Senin, 18 Juli 2011

Kode etik dakwah

Kode etik dakwah

Karena dakwah merupakan upaya untuk mempengaruhi orang lain, maka agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan baik bagi da’i sendiri maupun pihak yang didakwahi, dakwah nabi saw mengenal adanya aturan-aturan permainan yang dikenal dengan etika dakwah atau kode etik dakwah. Sebenarnya secara umum etika dakwah adalah etika islam itu sendiri, dimana seorang da’i sebagai seorang muslim dituntut untuk memiliki etika-etika yang terpuji dan menjauhkan diri dari prilaku yang tercela. Namun secara khusus dalam dakwah terdapat etika sendiri seperti dicontohkan nabi saw berikut ini:
1. Tidak memisahkan antara ucapan dan perbuatan

Dalam menjalankan dakwah Rasulullah saw tidak pernah memisahkan antaera apa yang beliau katakana dengan apa yang beliau kerjakan. Artinya apa yang beliau perintahkan beliau mengerjakannya, dan apa yang beliau larang beliau meninggalkannya. Misalnya dalam hal perintah beliau untukn shalat, beliau bersabda shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.
Dengan demikian para shahabat tidak merasa kesulitan dalam melaksanakan perintah nabi saw karena mereka telah melihat pergaan praktis dari perintah yang beliau ucapkan. Misalnya hal yang berkaitan dengan masalah kewanitaan, beliau tidak mengerjakannya dan sebagai gantinya biasanya salah seorang istri beliau memberikan contoh.
Misalnya ketika beliau kedatangan seorang wanita anshar yang bertanya tentang cara membersihkan bekas haid. Beliau kemudian mengatakan” ambillah kain yang empuk dan berilah wewangian. Kemudian tekan-tekanlah kain itu” namun nampaknya wanita belum paham dengan jawaban nabi tadi. Sampai ia menanyakan kembali berkali-kali . akhirnya aisyah menerangkan secara rinci dan jelas bagaiman cara membersihkan bekas-bekas darah haid itu.
Etika dakwah seperti ini merupakan suatu keharusan bagi para da’I. tanpa hal itu sulit rasanya dakwah mereka dapat berhasil. Allah sendiri mengecam orang-orang yang hanya pandai berbicara tetapi tidak pernah melakukannya.




Hai orang-orang yang beriman mengapa kalian mengatakan hal-hal yang kalian tidak melakukannya? Amat besar murka di sisi Allah bahwa kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan ( al-shaf 2-3 )

2. Tidak melakukan toleransi agama
Toleransi memang dianjurkan oleh islam tetapi dalam batas-batas tertentu dan tidak menyangkut masalah agama atau aqidah. Dalam hal ini islam memberikan garis tegas tidak bertoleransi, kompromi dan sebagainya .
Ketika nabi masih tinggal di mekkah orang-orang musyrikin mencoba mengajak beliau untuk melakukan kompromi agama, kata mereka “wahai Muhammad ikutilah agama kami maka kamipun akan mengikuti kamu, kamu menyembah tuhan-tuhan kami selama satu tahun nanti kami akan menyembah tuhan kamu selama satu tahun juga”.
Mendengar ajakan itu nabi berkata “saya mohon perlindungan Allah agar tidak mempersekutukanNYA dengan yang lain” kemudian turun surat alkafirun yang intinya orang islam tidak diperkenankan menyembah sesembahan orang-orang kafir

3. Tidak mencerca seembahan
Pada waktu nabi masih di mekkah orang musyrikin mengaatakan bahwa beliau dan para pengikutnya sering meghina dan mencerca berhala sesembahan mereka akhirnya secara emosional mereka mencerca Allah sesembahan nabi. lalu Allah menurunkan ayat yang berbunyi



dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan ( al-An’am )

4. Tidak melakukan diskriminasi
Dalam menjalankan tugas dakwah nabi tidak diperkenankan melakukan diskriminasi sosial antara orang yang didakwahi beliau tidak diperkenankan lebih mementingkan orang-orang kelas elite saja sementara orang kelas bawah dinomorduakan. Berikut ini adalah contoh dimana nabi dikritik oleh Allah ketika beliau kurang memperhatikan orang yang dari kelas bawah yang bernama Ummi Maktum ketika nabi sedang menerima tamu yang terdiri dari para pembesar quraisy, maka Allah menegur beliau dengan menurunklan surat abasa 1-2



Dia Muhammad bermuka masam dan berpaling karena telah datang seorang buta kepadanya

5. Tidak memungut imbalan
Suatu hal yang sangat penting dalam dakwah saw maupun nabi-nabi sebelumnya beliau tidak pernah memungut imbalan dari pihak-pihak yang didakwahi beliau hanya mengharapkan imbalan dari Allah saja, sikap beliau ini berdasarkan perintah Allah sebagai berikut



Katakanlah upah apapun yang aku pinta kepadamu maka hal itu untuk kamu karena aku tidak minta upah apapun kepadamu upahku hanya dari Allah Dia maha mengetahui segala sesuatu (as- Saba 47)

6. Tidak mengawani pelaku maksiat
dalam menjalankan dakwah ternyata Nabi saw tidak pernah berkawan, apalgi berkolusi dengan para pelaku maksiat. Hal ini bukan karena pada masa Nabi tidak ada orang yag berbuat maksiat, melainkan seperti itulah etika dakwah. Pada masa nabi ada orang yang berbuat maksiat misalnya ketika seorang shabat bernama Martsad bin abu Martsad hendak menikahi seorang wanita bernama Anaq dan wanita ii diketahui sebagai pezina, Nabi saw melarang martsad menikahi wanita tersebut.
Berkawan dengan pelaku maksiat akan bersdampak serius, karena pelaku maksiat tadi akan beranggapan bahwa perbuatannya itu direstui o;eh da’i yang menikahinya. Ini tentu saja selama oelaku maksiat tadi masih tetap berprofesi dengan kemaksiatannya, tetapi apabila ia sudah meninggalkannya kemudian bertaubat tentu masalahnya akan lain.
Nabi muahammad saw mengatakan bahwa para ulama atau da’i yng bersahabat dengan para pelaku maksiat akan dilaknat oleh Allah swt sebagaimana yang pernah terjadi pada bani israil laknatullah ‘alihim. Beliau mengatakan ini dalam hal menafsiri firman Allah surat Al-maidah 78-79 sebagai berikut:







Telah dilaknati oleh Allah orang-orang kafir dari bani israil dengan lisan Daud dan Isa bin Maryam. Hal itu karena mereka durhaka dan selalu malampaui batas. Mereka satu sama lain tidak melarang perbuatan mungkar yang mereka lakukan itu.


7. Tidak menyampaikan hal-hal yang tidak diketahui

Seorang da’i adalah penyampai ajaran islam sementara ajaran itu berisi hal-hal tentang halal haram dan sebagainya. Da’i yang menyampaikan suatu hukum sementara ia tidak mengetahui hukum itu pastilah ia akan menyesatkan orang lain. Ia lebih baik mengatakan tidak tahu atau wallahu ‘alam apabila ia tidak tahu jawaban suatu masalah. Ia juga tidak boleh asal menjawab dan hanya menurut seleranya sendiri, karena masalah yang ditanyakan pada da’i tentulah masalah keagamaan yang harus ada dalilnya baik dari Al-quran atau hadits
Dalam hal ini Allah menegaskan:




Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak ketahui karena sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semua itu akan diminta pertanggungjawabannya ( Al- isra 36 )

Shalat gerhana bulan


Tatacara Shalat Gerhana
Tidak ada satu kejadian di antara sekian banyak kejadian yang ditampakkan AllahSubhanahu wa Ta'ala di hadapan hamba-Nya, melainkan agar kita bisa mengambilpelajaran dan hikmah dari kekuasaan yang Allah 'Azza wa Jalla tampakkan tersebut.Yang pada akhirnya, kita dituntut untuk selalu mawas diri dan melakukan muhasabah.
Di antara bukti kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta'ala itu, ialah terjadinya gerhana.Sebuah kejadian besar yang banyak dianggap remeh manusia. Padahal RasulullahShallallahu 'alaihi wa Sallam justru memperingatkan umatnya untuk kembali ingat dansegera menegakkan shalat, memperbanyak dzikir, istighfar, doa, sedekah, dan amal shalihtatkala terjadi peristiwa gerhana. Dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallamdalam sabdanya:

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah bukti tanda-tanda kekuasaan Allah.
Sesungguhnya keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang, dan tidak
pula karena hidupnya seseorang. Oleh karena itu, bila kalian melihatnya, maka
berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalat dan bersedekahlah. (Muttafaqun ‘alaihi).
PENGERTIAN GERHANA
Dalam istilah fuqaha dinamakan kusûf. Yaitu hilangnya cahaya matahari atau bulanatau hilang sebagiannya, dan perubahan cahaya yang mengarah ke warna hitam ataugelap. Kalimat khusûf semakna dengan kusûf. Ada pula yang mengatakan kusûf adalahgerhana matahari, sedangkan khusûf adalah gerhana bulan. Pemilahan ini lebih masyhurmenurut bahasa.1 Jadi, shalat gerhana, ialah shalat yang dikerjakan dengan tata cara dangerakan tertentu, ketika hilang cahaya matahari atau bulan atau hilang sebagiannya.
HUKUM SHALAT GERHANA
Jumhur ulama’ berpendapat, shalat gerhana hukumnya sunnah muakkadah. Abu
‘Awanah Rahimahullah menegaskan wajibnya shalat gerhana matahari. Demikian pulariwayat dari Abu Hanifah Rahimahullah, beliau memiliki pendapat yang sama.Diriwayatkan dari Imam Malik, bahwa beliau menempatkannya seperti shalat Jum’at.Demikian pula Ibnu Qudamah Rahimahullah berpendapat, bahwa shalat gerhanahukumnya sunnah muakkadah.2
Adapun yang lebih kuat, ialah pendapat yang mengatakan wajib, berdasarkan perintahyang datang dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Imam asy-Syaukani jugamenguatkan pendapat ini. Demikian pula Shiddiq Hasan Khân Rahimahullah dan Syaikh
al-Albâni Rahimahullah.3 Dan Syaikh Muhammad bin Shâlih ‘Utsaimin Rahimahullah
berkata: “Sebagian ulama berpendapat, shalat gerhana wajib hukumnya, berdasarkan
sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam
(jika kalian melihat, maka
shalatlah -muttafaqun ‘alaih).
Sesungguhnya, gerhana merupakan peristiwa yang menakutkan. Nabi Shallallahu'alaihi wa Sallam berkhutbah dengan khutbah yang agung, menjelaskan tentang surga danneraka. Semua itu menjadi satu alasan kuat wajibnya perkara ini, kalaupun kita katakanhukumnya sunnah tatkala kita melihat banyak orang yang meninggalkannya, sementaraNabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam sangat menekankan tentang kejadian ini, kemudiantidak ada dosa sama sekali tatkala orang lain mulai berani meninggalkannya. Maka,pendapat ini perlu ditilik ulang, bagaimana bisa dikatakan sesuatu yang menakutkankemudian dengan sengaja kita meninggalkannya? Bahkan seolah hanya kejadianbiasa saja? Dimanakah rasa takut?
Dengan demikian, pendapat yang mengatakan wajib, memiliki argumen sangat kuat.Sehingga jika ada manusia yang melihat gerhana matahari atau bulan, lalu tidak pedulisama sekali, masing-masing sibuk dengan dagangannya, masing-masing sibuk dengan halsia-sia, sibuk di ladang; semua itu dikhawatirkan menjadi sebab turunnya adzab Allah,yang kita diperintahkan untuk mewaspdainya. Maka pendapat yang mengatakan wajibmemiliki argumen lebih kuat daripada yang mengatakan sunnah.4
Adapun shalat gerhana bulan, terdapat dua pendapat yang berbeda dari kalangan
ulama.
Pendapat pertama. Sunnah muakkadah, dan dilakukan secara berjama’ah seperti
halnya shalat gerhana matahari. Demikian ini pendapat Imam asy- Syâfi’i, Ahmad,Dawud Ibnu Hazm. Dan pendapat senada juga datang dari ‘Atha, Hasan, an-Nakha`i,Ishâq dan riwayat dari Ibnu ‘Abbas Radhiallahu'anhu.5 Dalil mereka:

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah bukti tanda-tanda kekuasaan Allah.
Sesungguhnya, keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang, dan
tidak pula karena hidupnya seseorang. Oleh karena itu, bila kalian melihatnya, maka
berdoalah kepada Allah dan shalatlah sampai terang kembali. (Muttafqun ‘alaihi).
Pendapat kedua. Tidak dilakukan secara berjama’ah. Demikian ini pendapat Imam
Abu Hanifah dan Mâlik.6 Dalilnya, bahwa pada umumnya, pelaksanaan shalat gerhanabulan pada malam hari lebih berat dari pada pelaksanaannya saat siang hari. Sementaraitu belum ada riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam

menunaikannya secara berjama’ah, padahal kejadian gerhana bulan lebih sering dari pada
kejadian gerhana matahari.
Manakah pendapat yang kuat? Dalam hal ini, ialah pendapat pertama, karena NabiShallallahu 'alaihi wa Sallam memerintahkan kepada umatnya untuk menunaikankeduanya tanpa ada pengecualian antara yang satu dengan lainnya (gerhana matahari danbulan).7 Sebagaimana di dalam hadits disebutkan:
Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam keluar menuju masjid, kemudian beliau
berdiri, selanjutnya bertakbir dan sahabat berdiri dalam shaf di belakangya.
(Muttafaqun ‘alaihi).
Ibnu Qudamah Rahimahullah juga berkata: “Sunnah yang diajarkan, ialahmenunaikan shalat gerhana berjama’ah di masjid sebagaimana yang dilakukan oleh NabiShallallahu 'alaihi wa Sallam, walaupun boleh juga dilakukan sendiri-sendiri,namu n
pelaksanaannya dengan berjama’ah lebih afdhal (lebih baik). Karena yang dilakukan
oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam ialah dengan berjama’ah. Sehingga, dengan
demikian, sunnah yang telah diajarkan ialah menunaikannya di masjid.8
WAKTU SHALAT GERHANA
Shalat dimulai dari awal gerhana matahari atau bulan sampai gerhana tersebut
berakhir. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam :
Oleh karena itu, bila kalian melihatnya, maka berdoalah kepada Allah dan shalatlah
sampai kembali terang. (Muttafaqun ‘alaihi).
KAPAN GERHANA DIANGGAP USAI?
Shalat gerhana matahari tidak ditunaikan jika telah muncul dua perkara, yaitu (1)terang seperti sedia kala, dan (2) gerhana terjadi tatkala matahari terbenam. Demikianpula halnya dengan shalat gerhana bulan, tidak ditunaikan jika telah muncul dua perkara,yaitu (1) terang seperti sedia kala, dan (2) saat terbit matahari.9
AMALAN YANG DIKERJAKAN KETIKA TERJADI GERHANA:
1.Memperbanyak dzikir, istighfar, takbir, sedekah dan amal shalih. Sebagaimana
sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam :

Oleh karena itu, bila kaliannya melihat, maka berdoalah kepada Allah,
bertakbirlah, shalat dan bersedekahlah. (Muttafaqun ‘alaihi).
Oleh karena itu, bila kaliannya melihat, maka berdoalah kepada Allah,
bertakbirlah, shalat dan bersedekahlah. (Muttafaqun ‘alaihi).
2.Keluar menuju masjid untuk menunaikan shalat gerhana berjama’ah, sebagaimana
disebutkan dalam hadits:

Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam keluar menuju masjid, kemudian
beliau berdiri, selanjutnya bertakbir dan sahabat berdiri dalam shaf di
belakangnya. (Muttafaqun ‘alaihi).
3.Wanita keluar untuk ikut serta menunaikan shalat gerhana, sebagaimana dalam
hadits Asma’ binti Abu Bakr Radhiallahu'anhuma berkata:

Aku mendatangi ‘Aisyah istri Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam tatkala terjadi
gerhana matahari. Aku melihat orang-orang berdiri menunaikan shalat, demikian
pula ‘Aisyah aku melihatnya shalat… (Muttafaqun ‘alaihi).

4.Shalat gerhana (matahari dan bulan) tanpa adzan dan iqamah, akan tetapi diseru
untuk shalat pada malam dan siang dengan ucapan “ash-shalâtu jâmi’ah” (shalat
akan didirikan), sebagaimana disebutkan dalam hadits Abdullah bin ‘Amr
Radhiallahu'anhuma, ia berkata:
Ketika terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah Shallallahu 'alaihi waSallam diserukan “ash-shalatu jâmi’ah” (sesungguhnya shalat akan didirikan).(HR Bukhâri).
5.Khutbah setelah shalat, sebagaimana disebutkan dalam hadits, ‘Aisyah
Radhiallahu'anha berkata:
Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam , tatkala selesai shalat, dia
berdiri menghadap manusia lalu berkhutbah. (HR Bukhâri).
TATA CARA SHALAT GERHANA
Tidak ada perbedaan di kalangan ulama, bahwa shalat gerhana dua raka’at. Hanyasaja, para ulama berbeda pendapat dalam hal tata cara pelaksanaannya. Dalam masalahini terdapat dua pendapat yang berbeda.

Pendapat pertama. Imam Mâlik, Syâfi’i, dan Ahmad, mereka berpendapat bahwa
shalat gerhana ialah dua raka’at. Pada setiap raka’at ada dua kali berdiri, dua kalimembaca, dua ruku’ dan dua sujud. Pendapat ini berdasarkan beberapa hadits, diantaranya hadits Ibnu ‘Abbas Radhiallahu'anhu , ia berkata:

Telah terjadi gerhana matahari pada zaman Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam , maka
beliau shalat dan orang-orang ikut shalat bersamanya. Beliau berdiri sangat lama
(seperti) membaca surat al-Baqarah, kemudian ruku’ dan sangat lama ruku’nya, lalu
berdiri, lama sekali berdirinya namun berdiri yang kedua lebih pendek dari berdiri yang
pertama, kemudian ruku’, lama sekali ruku’nya namun ruku’ kedua lebih pendek dari
ruku’ pertama. (Muttafaqun ‘alaihi).
Hadits kedua, dari ‘Aisyah Radhiallahu'anha, ia berkata :

Bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam pernah melaksanakan shalat
ketika terjadi gerhana matahari. Rasulullah berdiri kemudian bertakbir kemudian
membaca, panjang sekali bacaannya, kemudian ruku’ dan panjang sekali ruku’nya,
kemudian mengangkat kepalanya (i’tidal) seraya mengucapkan: “Sami’allahu liman
hamidah,” kemudian berdiri sebagaimana berdiri yang pertama, kemudian membaca,
panjang sekali bacaannya namun bacaan yang kedua lebih pendek dari bacaan yang
pertama, kemudian ruku’ dan panjang sekali ruku’nya, namun lebih pendek dari ruku’
yang pertama, kemudian sujud, panjang sekali sujudnya, kemudian dia berbuat pada
raka’at yang kedua sebagimana yang dilakukan pada raka’at pertama, kemudian
salam… (Muttafaqun ‘alaihi).
Pendapat kedua. Abu Hanifah berpendapat bahwa shalat gerhana ialah dua raka’at,
dan setiap raka’at satu kali berdiri, satu ruku dan dua sujud seperti halnya shalat sunnahlainnya. Dalil yang disebutkan Abu Hanifah dan yang senada dengannya, ialah haditsAbu Bakrah, ia berkata:


Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam ,
maka Rasulullah keluar dari rumahnya seraya menyeret selendangnya sampai akhirnya
tiba di masjid. Orang-orang pun ikut melakukan apa yang dilakukannya, kemudian
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam shalat bersama mereka dua raka’at.(HR
Bukhâri, an-Nasâ‘i).
Dari pendapat di atas, pendapat yang kuat ialah pendapat pertama (jumhur ulama’),berdasarkan beberapa hadits shahih yang menjelaskan hal itu. Karena pendapat AbuHanifah Rahimahullah dan orang-orang yang sependapat dengannya, riwayat yangmereka sebutkan bersifat mutlak (umum), sedangkan riwayat yang dijadikan dalil olehjumhur (mayoritas) ulama adalah muqayyad.10 Syaikh al-Albâni Rahimahullah berkata :11“Ringkas kata, dalam masalah cara shalat gerhana yang benar ialah dua raka’at, yangpada setiap raka’at terdapat dua ruku’, sebagaimana diriwayatkan oleh sekelompoksahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan riwayat yang shahih”. Wallahu a’lam.
Ringkasan tata cara shalat gerhana sebagai berikut.
1.Bertakbir, membaca doa iftitah, ta’awudz, membaca surat al-Fâtihah, dan
membaca surat panjang, seperti al- Baqarah.
2. Ruku’ dengan ruku’ yang panjang.
3.Bangkit dari ruku’ (i’tidal) seraya mengucapkan :
4.Tidak sujud (setelah bangkit dari ruku’), akan tetapi membaca surat al-Fatihah
dan surat yang lebih ringan dari yang pertama.
5.Kemudian ruku’ lagi dengan ruku’ yang panjang, hanya saja lebih ringan dari
ruku’ yang pertama.
6.Bangkit dari ruku’ (i’tidal) seraya mengucapkan :
7.Kemudian sujud, lalu duduk antara dua sujud, lalu sujud lagi.
8.Kemudian berdiri ke raka’at kedua, dan selanjutnya melakukan seperti yang
dilakukan pada raka’at pertama
Demikian secara ringkas penjelasan tentang shalat gerhana, semoga bermanfaat.
Washallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala ‘alihi washahbihi ajma’in.
Marâji’:
1. Al-Mughni.
2. Ar-Raudhah an-Nadiyah.
3. Asy-Syarhul-Mumti’.

4. Bidayatul-Mujtahid.
5. Irwâ‘ul Ghalil.
6. Raudhatuth-Thalibin.
7. Shahîh Fiqih Sunnah.
8. Tamamul-Minnah, dan lain-lain.
---------------------------------------------------------------------------------------------

1Lisanul-‘Arab, Kasyful Qanna’, 2/60.
2Al- Mughni, Ibnu Qudamah, 3/330.
3 Fathul-Bâri(2/612), Tamamul-Minnah(261), ar-Raudhah an-Nadiyah(156).
4Syarhul-Mumti’, 5/237-240.
5Al- Umm(1/214), al-Mughni(2/420), al-Inshaf(2/442), Bida yatul- Mujtahid (1/160), dan
Muhalla(5/95).

6 Ibnu Abidin (2/183) dan Bidayatul-Mujtahid(1/312).
7 Shahîh Fiqih Sunnah, 1/433.
8Al- Mughni, 3/323.
9Al- Mughni(3/427), Raudhatuth- Thalibin(2/87).
10 Shahîh Fiqih Sunnah, 1/437.
11 Irwâ‘ul Ghalil, 3/132

Sabtu, 09 Juli 2011

PowerBreak V 5.9 FullHack ( New) 09/07/2011



Credit :
Luthfi Kudo
Indracheacopz

Cara Pakai :
* Sperti Biasa AJa
* Kluar Notice Tekan Enter
* Setelah Itu Jangan Gerak2an Mouse

Kalau BT Juga Berarti Anda Belum Beruntung..!!!
( WAKWAKWAKAKWAKWAK)



Harap Setelah Meninggalkan Blog Ini
Follow Dulu Blog Gua....OK!!!!

Release Wallhack [Windows XP]+ 1 Hit Sg Kosong + 1 hit Spas + Puter Work ALl Windows Updates 09July 2011

Fitur :
-1 Hit All SG
-Wallhack
-Croshair
-Crmas 
-recoil

Hotkey 
1 Hit Auto On
Wallhack Actived On/Off Menu = Insert
Cheat Wallhack On                   = Arah panah Kanan
Cheat Wallhack Off                   = Arah Panah kiri

Cara pakai :
-Buka PB launcher
-Buka Cheat keluar cmd.exe[berwarna hitam]
 (tekan Enter enter saja juga bisa)
-Sampai injector membuka Beri tanda pada Wh On dan 1 Hit

-Start Pb kamu
-Auto Inject 
-Masukan passwordnya

Credit 
Prince

Jumat, 08 Juli 2011

Tulisan Punch Hole

tulisan punch hole

1.Klik menu file pilih new , masukan  Width 600 pixels dan Height  250 pixel dan resolution kepada 150 
2.Gunakan horizontal  type tool ( T) dan taipkan perkataan TEKNIK  dan tekan butang enter.

guna type tool







3. Warnakan teks dengan warna merah muda (pada color palette set kan RGB kepada 255,260,260)
  
color pallette

4. Tekan butang Ctrl dan Double klik pada layer teks untuk membuat selection dan gunakan brush atau paint bucket tool untuk masukkan warnanya.

5. klik kanan pada layer background pada palet,klik kanan pilih merge visible (Ctrl+shift+E)
merge layers

6. kemudian pilih menu filter,blur->gaussian blur-> setkan radius kepada 5.0 pixels
gaussian blur technique

7. Pilih menu image>adjusment>level.Taipkan input level 245 pada ruangan sebelah kanan dan klik ok
tukar level

8. Kemudian pilih menu filter>pixelate>color halftone,setkan max radius kepada 5 dan semua channel kecuali channel 1 kepada 0.
color halftone

9.Memasukkan background hitam-gunakan magic wand tool(W) dan klik pada background putih untuk pilih background sahaja,

10.kemudian klik pada ikon add new layer (Ctrl+shift+N) untuk masukkan layer baru
11.Ubah foreground color kepada hitam dan tekan butang Alt+Del utk masukkan backround hitam.kemudian Ctrl+D untuk deselect.


menukar foreground








12.Meletak warna merah pada background hitam-gunakan rectangular marquee tool untuk membuat
ruangan empat segi.
inverse








13.kemudian pilih menu select>inverse.tekan butang delete untuk membuang bahagian luar background
 tadi.
tukar background








14.Setkan foreground color kepada merah,Klik pada background layer pada palet dan tekan butang
Alt+del,kemudian tekan butang  CTRL+D (utk deselect selection tadi).
deselect selection
 









15. Mengubah background hitam kepada kelabu—klik pada layer 1,kemudian pilih menu image--->adjustment--->hue and saturation---->setkan lightness kepada + 50
16.Pilih Menu  layer-->layer style---> Bevel and emboss dan setkan seperti pada imej dibawah atau mengikut yang diingini.

layer style

Tulisan salji

snow text
1.Buat satu dokumen baru 400x300 pixel2.Gunakan type tool(tekan butang T) dan taipkan perkataan yg dikehendakki
photoshop
3.klik menu Filter-->Noise-->add Noise dan laraskan amount kepada 135%
add noise

4.Klik kanan pada layer teks dan pilih merge down (Ctrl+E) untuk gabung background dan layer teks
5.Pada  menu  filter pilih -->pixelate-->crystallize-->cell size=3
6.Pilih filter-->stylize-->find edges
7.Pilih filter>blur>Gaussian blur,radius=1 pixels


gaussian blur
8.Terbalikkan tulisan-->image-->rotate canvas  90 ⁰ CW
9.Tekan butang  Ctrl +I untuk invert image
invert image

10.Kemudian klik menu filter --->>stylize--->>wind  dengan tetapan berikut
>method=wind,direction=from the right
wind

11.Tegakkan semula teks--> pilih menu-->image-->rotate canvas-90 ⁰ CCW
12.Klik menu image-->>adjustments-->>Hue and Saturation dan ubah warna mengikut imej dibawah,jangan lupa tandakan pada colorize
hue and saturation


Hasilnya
 snow text

Membuat tulisan berbayang



1.Klik pada menu fail pilih new
2.Buat satu dokumen baru bersaiz 500x200 piksel

buat dokumen baru









3.Pada background ini saya masukkan warna biru
  klik pada palet untuk warna dan gunakan eyedropper dan pilih warna yang dikehendakki


palette meletak warna








4.Seterusnya klik pada paint bucket tool pada tool bar untuk memasukkan warna

bucket tool




5.Gunakan horizontal type tool dan taipkan perkataan - untuk tutorial ini aya gunakan :sensasi

buat tulisan








6.Kemudian seret pada border yang terbentuk bagi mengubah saiz teks and tekan butang enter
7.Kemudian salin layer teks tekan butang Ctrl+J


insert layer












8.Pilih menu edit—transform—flip vertical untuk menterbalikkan tulisan


tulisan terbalik








9.Klik pada menu edit --transform dan pilih skew dan laraskan supaya tulisan yang menegak tadi nampak menyerong


tulisan beralun







10.Laraskan opacity pada layer teks terbalik tadi kepada 26%


opacity


Untuk membuat tulisan kesan beralun seperti  dipermukaan air,pilih filter—distort—riple—pilih ok pada paparan rasterize the type dan laraskan amount kepada 266%

Objek terkeluar dari gambar

 
 
Wah objek terkeluar dari gambar!!.Bunyi tajuknya boleh tahan juga(psst..tak tau nak letak title apa yang sesuai sebenarnya)Apa sebenarnya yang dimaksudkan?.Untuk itu cuba lihat gambar dibawah ini.

Tentunya korang dah biasa tenguk gambar water lilies ni.Ada kat dalam folder My documents---sample pictures ...Ini lah yang saya maksudkan objek terkeluar dari gambar.
objek terkeluar

Untuk tutorial ini  saya akan gunakan imej dibawah.Korang boleh copy jer imej ni atau gunakan gambar lain.

1.Mula mula open imej yang dikehendakki.Klik menu file dan pilih open atau double klik pada paparan kosong pada adobe photoshop untuk membukanya.


2.copy imej tadi.Tekan butang Ctrl+J dan background copy akan muncul.
3.klik pada ikon create new layer atau tekan Shift+Ctrl+N untuk masukkan satu layer baru.Jika palet layer seperti dibawah tidak muncul tekan butang F7
insert new layer

   
4.Masukkan layer masuk pada layer tadi,tekan ikon add layer mask.
5.klik pada kotak sebelah kiri pada layer 2.gunakan Rectangular Marquee Tools,klik dan seret pada imej untuk membuat garisan  pada gambar.Tinggalkan bahagian hujung bagi menampakkkan bahagian yang akan dibuat nampak terkeluar dari imej

baut bingkai pada gambarimej terkeluar

6.Tekan butang Ctrl+Backspace untuk mengisi kotak tadi kepada warna putih.
7.Tekan butang Alt dan buat lagi selection bagi membentuk bingkai untuk gambar
8.Pilih menu select pilih inverse,tekan butang delete dan bingkai telah terhasil.Tekan butang Ctrl+D untuk
  deselect selection tadi.klik pada ikon mata pada layer background untuk melihat bahagian yang telah
  dipotong.

9.Kemudian pilih layer 1,gunakan polygonal lasso tool atau magnetic lassso tools dan buat selection dibahagian luar bingkai tadi(bahagian ini kita kan buang) kemudian tekan butang delete apabila selesai membuat selection.
imej


10.Klik pada ikon mata pada layer background untuk  melihat bahagian yang telah dipotong.tekan butang CTRL +D untuk deselect.
11.Klik pada layer mask(kotak sebelah kanan pada layer 2).Setkan foreground kepada warna putih.Gunakan berus untuk membuang bahagian bingkai yang melindungi imej .
cara buat bingkai pada foto

12.Pilih layer 1 semula.Klik ikon add layer style dan pilih drop shadow untuk letak bayang pada bahagian yang dipotong.laraskan opacity dan distance kepada nilai yang sesuai.
 layer
bayang pada gambar
 
13.Pilih layer 1 dan background dan layer mask tadi(tekan Shift),klik kanan pilih merge layers(gabung ketiga tiga layer).
14.klik menu edit--->transform ---> Rotate 90 CW.kemudian pilih menu Menu filter---distort----shear dan klik pada graf untuk bentuk gambar melengkung.Kemudian klik ok.
imej melengkung

15.Kemudian klik menu edit---- Transform ------ Rotate 90 CCW untuk tegakkan semula gambar.
16.Klik pada bingkai yang muncul dan seret untuk meletakkan imej supaya muat pada paparan.

motor saya

Hasilnya:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More